Home » All posts
2/20/14
2/7/14
TIPS: Metode Masuk Industri Kreatif
11:49 PM Unknown
Beberapa waktu lalu saya ditanya oleh teman mengenai metode yang baik untuk memulai berkarir di industri kreatif, animasi khususnya. Hal ini sekaligus berusaha menjawab beberapa pertanyaan serupa yg sering ditanyakan ke saya. Mungkin saja jawaban ini tidak memuaskan semua orang, karena terlalu subyektif, Say acoba jawab berdasarkan pengalaman saya bekerja sejak 1998, mulari desain grafis, game artist, sampai ke animasi.
11/21/13
CG Artist | Tips Karir Fantastis
1:53 AM Unknown
"Kamu dapat menawarkan ide-ide dan gagasan kepada dunia & membuat orang lain
merasa lebih baikdan tersenyum dan menangis dengan animasimu. Mampu menyentuh hatiorang adalah hal paling fantastis dalam animasi"
10/19/13
Saya dan Blender Army | CHIP Magz edisi Oktober 2013
2:22 AM Unknown
![]() |
| Liputan Komunitas oleh CHIP |
10/12/13
(me) Lupa (kan) Potensi Emas
8:48 AM Unknown
| fitcola.com |
Budaya instan dalam kehidupan masyarakat seringkali membuat cara berpikir kita menjadi pendek. Alasan utamanya adalah kepraktisan. Dalam beberapa hal praktis itu bagus, jalan pintas menuju sesuatu. Namun ada kalanya kepraktisan menimbulkan sebuah masalah baru, yaitu kemalasan. Alih-alih ada hal yanglebih baik, namun karena malas kita cenderung menurunkan standar kualitas sehingga lebih baik praktis, toh hasilnya (nampaknya) sama.
Kasus ini saya lihat di beberapa segi kehidupan di Indonesia. Negeri dimana semua hal yang dibutuhkan manusia berada. Contoh kasus adalah makanan. Berbagai media 'berhasil' mengubah pola masyarakat melalu iklan, baik itu media cetak, internet, atau televisi. Kita banyak menjumpai berbagai produk makanan dan minuman sudah mempunyai versi instannya. Ingin Es jeruk tingal beli versi kemasan, kopi susu ada sachet, mie ayam kemasan plastik, sambal dalam saus, dan lainnya. Masing-masing dengan rasa yang sudah distandarkan. Serupa tapi tak sama. Dari kebiasaan tersebut, kita sedikit dipaksa untuk mengikuti selera produk. Tidak seperti jika kita meraciknya sendiri.
Takaran-takaran tersebut akirnya menghilangkan minat kita untuk berekslorasi lebih lanjut. Apalagi di kota-kota besar yang 'tidak banyak waktu'.
Kompetisi itu bernama Festival
8:38 AM Unknown
Saya masih ingat betul pada saat guru olah raga di SMP saya bertanya perbedaan antara PERTANDINGAN dengan PERLOMBAAN. Waktu itu tidak ada satupun siswa yang bisa menjawab, termasuk saya. Akhirnya pak Dadi, guru tersebut, menjelaskan dengan sederhana.
10/10/13
Menanam Animator, Mengunduhnya Kemudian
4:11 AM Unknown
| Image: http://www.lettersofnote.com/2010/06/how-to-train-animator-by-walt-disney.html |
Dulu, banyak Animator handal (terutama 2D), sayang Industrinya belum siap. Sekarang, Industrinya "melambai-lambai", giliran animatornya "belum siap". Banyak studio susah menemukan yg benar-benar siap produksi.
Sebagian praktisi mungkin menyalahkan akademisi yg kurang mahir dalam menyiapkan animator lewat SMK atau jenjang yang lebih tinggi. Akademisi bahkan sebagian kurang menguasai materi, terutama yg tidak pernah bekerja/mengalami produksi. Sedangkan Akademisi mungkin saja bisa menyalahkan para praktisi yang "tidak mau turun gunung" ikut menyiapkan profesional. Ujungnya, semua menyalahkan pemerintah? Asosiasi?
Ini sebuah indikasi untuk SHARING LEBIH GENCAR, buku, video, blog, dll. Yang lebih dulu senior sebaiknya "Mengalah" untuk mengawalinya, yang junior bertanya lebih aktif, kritis.
SHARINGMU adalah manfaat dimasa depan. KONTRIBUSIMU adalah modal! Bagaimana mungkin bikin negara tanpa rakyat? Bagaimana mungkin membangun sebuah ekosistem industri tanpa berbagi? Meminum/menuai MADU memang enak, segar, dan nikmat. Melangkah dan bekerjasama dalam PROSES adalah bagian dari SEJAHTERA.#baiklah
