12/11/09

[dot]BlendMagz02 TERBIT!



Akhirnya selesai sudah perjuangan layout [dot]BlendMags02. Magz ini memuat lebih dari 100 halaman. Mengetengahkan wawancara dengan artist Blender lokal dan international. Benjamin Bailey dan Ramdhan Dwiputra. Silakan download filenya atau baca melalui ISSUU. Selamat menikmati karya-karya hebat anak negeri dengan tools Open Source.



[dot]BlendMagz 02 PUBLISH
Terimakasih untuk para Army yang sudah dengan sabar menunggu rilisnya Magz edisi 02. Silakan download 138 Halaman full color dan menikmati karya-karya terbaik blender amry Indonesia. Publikasikan ke semua orang sebagai hadiah . Kami harapkan review dari army juga kritik dan saran tercerdas. Tanpa banyak kata, berikut link dari Magz.

File terdiri dari dua macam format, PDF dan EXE (flip magz for windows). Silakan download juga file sourcenya untuk latihan. Jangan lupa komentar ya GBU
DOWNLOAD PDF
http://www.mediafire.com/?1chntznzngz
DOWNLOAD EXE
http://magmaker.spotbit.com/main/magazine_project.php?proj=25791
SOURCE
http://blenderindonesia.org/download/magz/source/source.zip

11/20/09

Atas Nama Lomba!


Saya risih mengamati perkembangan dunia desain akhir-akhir ini. Semoga tulisan ini bisa membuat orang lebih selektif.

Seperti halnya produk makanan, desain grafis menjamur bak parasit di negeri ini. Mulai dari sekolah yang membuka jurusan desain komunikasi visual/desain grafis makin bertambah hingga agency dan jasa advertising di kota2 besar yang merekah. Tak heran industri ini makin berkembang subur dan menjadi profesi yang menggiurkan.

Fenomena ini juga di lirik oleh perusahaan dan berbagai pihak untuk memanfaatkan jasa desainer. Sebagai contoh adalah maraknya lomba-lomba desain logo, maskot, animasi, dll. Sekilas tampak mendukung perkembangan industri, namun kalo kita amati lebih detail dan teliti, bisa jadi beberapa diantaranya adalah asas manfaat. Kenapa? MAri kita simak dan kaji lebh dalam lagi.

Portofolio
Para mahasiswa dan penggemar desain serta desainer bermunculan di mana-mana. Ada yang sudah lama bermain dibidang ini sejak booming antara tahun 2000-sekarang, ada juga pemain baru yang masih cupu. Para pemain cupu inilah yang sering tidak memperhatikan motivasi di balik lomba. Salah satunya karena mereka masih sangat butuh portofolio demi meningkatkan nilai jual/self branding.

Hadiah yang sangat fantastis (kelihatannya) juga menjadi alasan orang tergiur untuk mengikuti lomba ini. Terlebih jika ada hadiah favoritnya. Seakan menjadi rayuan maut para desainer/calon desainer ini. Bahkan beberapa diantaranya mengaku tidak peduli dengan hadiah, ngikut saja.

Tipuan Cerdas
Rata-rata lomba mengharuskan pesertana mendaftar dengan uang administrasi/registrasi antara 20-100 ribu. Ini sah-sah saja. Coba kita kaji lagi seperti dengan pertimbangan uang hasil pendaftaran tersebut di kalikan kjumlah peserta yang minimal tercatat antara 50-100 orang bahkan ribuan. Berapa dana yang disilkan panitia/instansi tersebut? Wow...tentu lebih besar dari jumlah hadiah. Plus mereka mendapatkan hak penuh untuk mempublikasikan karya yang masuk dengan syarat di depan. TEntu saja menurut saya ini adalah bentuk baru penipuan. :(

Tentu anda tidak merasa dirugikan secara finansial. Toh hanya 50 ribuan keluar dari kocek. Akan tetapi coba anda nilai IDE anda! Ide yang anda gali dari perenungan, pemikiran, bertapa, dsb. Semurah itukah? Jangan salahkan panitia/lembaga tersebut jika ide-ide yang telah terkumpul tersebut tiba-tiba keluar sebagai produk baru. Mau menuntut? how? Pengalaman saya, dan sedikit asusmsi bahwa, beberapa oknum memanfaatkan peserta untuk menca(cu)ri ide dari lomba tersebut. Ini termasuk murah-meriah daripada harus memesan di agency yang nilainya jutaan/ratusan juta untuk sebuah desain.

Ssolusi?
...bersambung

solusi:
Selektif
Hitungan yg cermat
Baca Rules




11/3/09

Bersatunya Blender Indonesia




Visi dapat membuat seseorang bisa menggapai mimpi. Cepat atau lambat, sebuah mimpi bisa tercapai berkat visi yang konsisten dan jelas, Ini terbukti dari pengalaman saya ketika mendirikan Blender Indoensia ORG 3 bulan yanglalu. Waktu itu saya melihat bahwa suatu ketika komunitas Blender Indonesia bisa bersatu untuk sama-sama memerdekakan animator dali Ilegal Software. Dan memang dari Blender sendiri banyak sekali bermunculan komunitas yang berdiri sendiri sehingga cukup membingungkan orang yang ingin belajar animasi dengan Blender.

Dalam GCOS 26-27 Oktober 2009 kemarin, visi itu akhirnya terwujud. Bukan kebetulan jika para founder 3 komunitas besar Blender Indonesia berkumpul dan menyamakan visi misi dengan BERSATU demi kemajuan bersama. Saya sendiri sebagai founder Blender Indonesia sangat senang dan menerima kehadiran komunitas mereka yang memang lebih dahulu menjadi pionir. Edy Surachman [Blender-an], Adez Aulia [Blender3D Indonesia], dan Saya [hizaro], akhirnya berkumpul dan merapatkan diri untuk bersatu. Kami yakin dengan hal ini, Blender makin jaya sebagai software Open Source Aniamsi di Indonesia.
Hadir juga Adhicipta, Udey, dan Adi, menjadi saksinya :) Thanks for All Guys.

Juara




Sebuah cerita sejarah. Ya, sekaligus menandai dimulainya gerakan Open Source di dunia animasi Indonesia. Dalam GCOS 2009, 26-27 di Shangri-La Jakarta kemarin, Saya bersama komunitas Blender Indonesia mendapatkan Juara Pertama kompetisi Komunitas Open Source. Walaupun tidak pernah menyangka, namun ini suatu kejutan yang layak dirayakan bersama.

Ini bukti dari keseriusan dan konsisten. Total berkarya dan maju bergerak demi sebuah sejarah yang baik. Terimakasih Blender Army yang telah mendukung kesempatan ini. Sekaligus mari kita buktikan dengan karya-karya fenomenal lain di masa datang. GO!

Berita di Detik:










10/22/09

Runner Up GCOS 2009




Sekali lagi ini mujizat. Thanks God! Di usia komunitaa kami yang masih muda ini, Blender Indonesia ORG berhasil memenangkan kompetisi komunitas Open Source [GCOS] 2009, sebagi runner up/juara kedua. Segala upaya dan jerih payah selama ini sedikit terbayar dengan tetesan semangat nasional. NEXT akan saya/kami perjuangan sesuatu yang lebih baik. Bravo




10/18/09

Open Source, Surga Terbuka di Dunia Maya


Sejak jaman Adam Hawa jatuh dalam dosa karena 'mencuri' kesempatan untuk memakan sesuatu yang terlarang, maka kebiasaan itu masih diturunkan sampai ke kita. Betapa ironis karena itu terjadi setiap hari. Bahkan tanpa merasa berdosa sama sekali. Ya, itulah bentuk pencurian tanpa merasa 'mengambil' barang, karena yang dicuri adalah hak kekayaan intelektual [HAKI].

Bicara tentang curi mencuri memang tidak pernah selesai. Selain karena alibi manusia tiada henti, juga karena sudah mendarah daging dan dilakukan massal. Sehingga menjadi hal yang biasa. Biasa karena kesempatannya terbuka lebar, fasilitasnya banyak tersebar. Sampai ke desktop setiap komputer pribadi. Stop! Saya akan membagi cerita seputar open source ini tanpa bermaksud menghakimi satu dengan yang lain.

Mimpi
Sesuatu ketika kira-kira 4 tahun yang lalu saya berfantasi untuk menciptakan sebuah film animasi layar lebar bikinan sendiri. Waktu itu saya pikir impian itu bisa diwujudkan bersamaan dengan ketertarikan saya seputar animasi. Dari hari kehari ketika masuk ke dunia industri games dan animasi, impian itu menjadi mustahil dan hanya tertelan waktu. Impian si miskin lebih tepatnya.
Dulu hal legalitas tidak pernah terbesit sedikitpun. Pikir saya simple saja, pergi ke rental software dan menyewa software yang di butuhkan, menginstal windows bajakan [Aspal, kata mbak karyawan sebuah rental] dan segera menuangkan ide di komputer rumah. Sama sekali tidak berpikir berapa harga sebuah software 3D, OS yang di butuhkan, dan tool pendukung lainnya. Sepertinya mudah sekali membangun sebuah studio animasi seperti Pixar atau Disney Animation :D. Singkat kata, akhirnya saya harus berpikir ulang untuk dapat mewujudkan mimpi itu.

...bersambung :)